SUMENEP - Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) menyoroti proses seleksi Direktur Utama PT Sumekar yang saat ini telah memasuki tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Empat kandidat yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tahapan tersebut yakni Badrul Akhmadi, Hamsuri, Khairil Idaqa', dan Sugeng Haryadi.
Ketua Umum FORMAKA Iip Suriyanto menegaskan bahwa proses seleksi ini tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif semata, melainkan harus benar-benar mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman manajerial, hingga rekam jejak para kandidat dalam mengelola perusahaan maupun menyelesaikan persoalan publik.
“Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Direktur Utama PT Sumekar harus mampu menjawab kebutuhan perusahaan ke depan. PT Sumekar saat ini menghadapi berbagai tantangan serius yang membutuhkan sosok pemimpin visioner, profesional, dan memiliki keberanian melakukan pembenahan secara menyeluruh,” ujar Iip suriyanto Ketua Umum FORMAKA dalam keterangannya, Selasa (12/5).
FORMAKA menilai, kondisi PT Sumekar dalam beberapa tahun terakhir masih menyisakan banyak persoalan. Mulai dari persoalan kesehatan keuangan perusahaan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal, hingga persoalan operasional perusahaan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat kepulauan. Beberapa laporan media juga menyoroti kondisi keuangan PT Sumekar yang dinilai memprihatinkan, termasuk adanya tunggakan gaji karyawan dan evaluasi besar-besaran terhadap perusahaan daerah tersebut.
Selain itu, sejak beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Sumenep juga pernah melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap perusahaan daerah karena dinilai belum sehat secara manajemen maupun keuangan.
Menurut Iip Suriyanto Ketua Umum FORMAKA, PT Sumekar bukan tempat untuk berbisnis dan bukan tempat untuk hidup, tetapi menyangkut pelayanan publik bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. Keberadaan PT Sumekar, khususnya dalam sektor transportasi laut, memiliki posisi strategis bagi masyarakat kepulauan seperti Kangayan, Kangean, Sapeken, dan wilayah kepulauan lainnya.
Transportasi laut bagi masyarakat kepulauan bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi menjadi urat nadi distribusi ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan pokok masyarakat. Dalam sejumlah kondisi, terganggunya operasional kapal PT Sumekar pernah berdampak terhadap pelayanan transportasi masyarakat kepulauan dan menyebabkan penumpukan penumpang dan barang.
Karena itu, Iip Suriyanto Ketua Umum FORMAKA meminta agar tim seleksi dan pemerintah daerah benar-benar objektif dalam menentukan figur yang akan memimpin PT Sumekar ke depan. Sosok yang dipilih harus mampu membangun tata kelola perusahaan yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat konektivitas kepulauan, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.
Iip Suriyanto Ketua Umum FORMAKA juga berharap proses UKK dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan politik praktis, sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kemajuan perusahaan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya masyarakat kepulauan yang selama ini sangat bergantung terhadap layanan transportasi laut.
0 Komentar