Pertalite Tembus Rp14 Ribu per Liter, Warga Sumenep Sebut Isi BBM Kini Perlu Kesabaran Ekstra

Sumenep – Beredarnya unggahan di media sosial yang bertuliskan “Pertalite Kosong, yang tersisa hanyalah sebuah kenangan pahit dan rasa sakit yang tak dapat dihilangkan” menjadi perhatian masyarakat Sumenep. Unggahan tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul informasi bahwa harga Pertalite di tingkat eceran di sejumlah wilayah mencapai Rp14 ribu per liter.

Kondisi tersebut memicu beragam tanggapan dari warga. Salah satunya disampaikan oleh Achmad Efendi, yang akrab disapa Fendi. Menurutnya, situasi kelangkaan dan tingginya harga Pertalite membuat aktivitas mengisi bahan bakar tidak lagi menjadi rutinitas biasa, melainkan membutuhkan kesabaran yang lebih besar.

“Kalau dulu ke SPBU cukup membawa kendaraan dan uang, sekarang rasanya harus ditambah kesabaran, harapan, bahkan doa supaya masih kebagian Pertalite,” ujarnya sambil berseloroh, Kamis (25/6/2026).

Fendi menilai, kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan kembali kebutuhan bepergian. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit warga yang kini lebih sering mencari informasi mengenai ketersediaan BBM daripada memeriksa notifikasi di telepon genggam.

“Dulu orang menunggu pesan dari pasangan, sekarang yang ditunggu justru kabar kapan Pertalite tersedia lagi,” katanya.

Ia juga menyinggung tulisan bernada satir yang terpampang pada papan pengumuman mengenai kosongnya stok Pertalite. Baginya, kalimat tersebut cukup menggambarkan perasaan masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan bakar bersubsidi.

“Begitu melihat tulisan Pertalite kosong, warga langsung mengerti. Itu bukan lagi sekadar pengumuman, tetapi sudah seperti gambaran kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Meskipun disampaikan dengan nada humor, Fendi berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi harus membeli Pertalite dengan harga yang jauh lebih tinggi di tingkat pengecer.

Sementara itu, foto dan tulisan tersebut terus beredar luas di berbagai platform media sosial serta memunculkan beragam komentar dari warganet. Banyak yang menilai ungkapan tersebut merupakan bentuk kreativitas masyarakat dalam menyuarakan keluhan mereka terkait sulitnya mendapatkan Pertalite.

Posting Komentar

0 Komentar