Andalkan Case Based Learning, Dosen Uniba Madura Tampilkan Pembelajaran Interaktif pada PDD UKTPT Serdos 2026

SUMENEP – Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi terus ditunjukkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas KH. Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura. Salah satunya melalui penyusunan video pembelajaran sebagai bagian dari Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridarma Perguruan Tinggi (PDD UKTPT) untuk Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026.

Dosen Program Studi Manajemen, Muhlisin, S.Pd., M.Pd., menampilkan proses pembelajaran mata kuliah Microeconomics yang diampunya pada mahasiswa semester I. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan implementasi pembelajaran berbasis Case Based Learning (CBL) yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran (student-centered learning).

Mata kuliah berkode MNJ20460 dengan bobot 3 SKS itu dilaksanakan selama 16 kali pertemuan, terdiri atas 14 kali tatap muka, satu kali Ujian Tengah Semester (UTS), dan satu kali Ujian Akhir Semester (UAS). Materi yang diberikan meliputi konsep dasar ekonomi mikro, mekanisme pasar, teori permintaan dan penawaran, elastisitas, perilaku konsumen, teori produksi, biaya produksi hingga struktur pasar.

Menurut Muhlisin, seluruh proses pembelajaran mengacu pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah disusun dan divalidasi oleh program studi. Selain membekali mahasiswa dengan pemahaman teori, pembelajaran juga diarahkan untuk membangun karakter, kemampuan komunikasi, penguasaan teori manajemen, serta kemampuan menyusun rencana bisnis.

"Melalui pendekatan Case Based Learning, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengaitkan konsep ekonomi mikro dengan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat maupun dunia usaha," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dikembangkan melalui tiga aspek utama, yakni delivery, interaction, dan assessment.

Pada aspek delivery, dosen menyediakan RPS, bahan ajar, media presentasi, lembar kerja mahasiswa, hingga referensi pendukung yang dapat diakses melalui Learning Management System (LMS). Penyampaian materi diperkuat dengan grafik ekonomi, data empiris, serta contoh kasus aktual agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif.

Selanjutnya pada aspek interaction, mahasiswa aktif mengikuti diskusi, presentasi kelompok, tanya jawab, hingga analisis studi kasus. Berbagai aktivitas tersebut bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis dalam mengidentifikasi persoalan ekonomi, menganalisis penyebabnya menggunakan teori ekonomi mikro, sekaligus menyusun solusi secara kolaboratif.

Sementara itu, aspek assessment dilakukan secara berkelanjutan melalui kuis, tugas individu, tugas kelompok, presentasi, partisipasi aktif mahasiswa, serta evaluasi melalui UTS dan UAS sesuai ketentuan dalam RPS.

Sebagai referensi utama, pembelajaran menggunakan buku karya Sadono Sukirno, Gregory Mankiw, Karl E. Case dan Ray C. Fair, serta Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld. Referensi tersebut dipadukan dengan artikel ilmiah dan data ekonomi terkini sehingga mahasiswa mampu memahami keterkaitan antara teori dengan kondisi ekonomi yang berkembang.

Video yang disiapkan untuk PDD UKTPT itu merekam proses pembelajaran pada pertemuan kedua dengan materi Teori Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar. Mahasiswa diberikan studi kasus mengenai perubahan permintaan dan penawaran suatu barang, kemudian diminta menganalisis dampaknya terhadap keseimbangan pasar serta merumuskan rekomendasi berdasarkan teori ekonomi mikro.

Melalui video tersebut, Muhlisin berharap implementasi pembelajaran berbasis Case Based Learning dapat menjadi gambaran nyata proses pembelajaran yang aktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa.

"Harapannya, mahasiswa tidak hanya menguasai konsep ekonomi mikro, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis persoalan ekonomi secara kritis dan memberikan solusi yang tepat sesuai perkembangan dunia usaha dan masyarakat," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar