SUMENEP — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, S.E., M.Si., pada Kamis (30/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dalam membahas peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pertanian di Kabupaten Sumenep.
Menteri Luar Negeri BEM UNIBA Madura, Moh. Ivan Ansory, mengatakan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial yang tidak hanya terbatas pada aktivitas di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa juga perlu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan gagasan dan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan daerah, termasuk di sektor pertanian.
"Saya melihat pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Sebagai mahasiswa, kita harus mulai peka terhadap persoalan yang ada di sekitar dan berupaya mengambil bagian dalam mencari solusi. Pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Sumenep, sehingga sudah sepatutnya mendapat perhatian dari generasi muda," ujar Ivan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, pemasaran hasil pertanian, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.
Menurut Ivan, upaya mewujudkan ketahanan pertanian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun petani semata. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan kalangan pemuda yang memiliki semangat, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, S.E., M.Si., menyambut baik inisiatif silaturahmi yang dilakukan Kemenlu BEM UNIBA Madura. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
Menurut Chainur Rasyid, sektor pertanian saat ini membutuhkan inovasi dan cara berpikir yang lebih adaptif agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan potensi pertanian daerah.
"Pertanian saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai sektor konvensional. Dibutuhkan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi agar sektor ini semakin maju. Kami berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Sumenep," kata Chainur Rasyid.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara BEM UNIBA Madura dengan DKPP Kabupaten Sumenep. Melalui komunikasi yang terus terjalin, berbagai program yang melibatkan mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep.
Bagi Kemenlu BEM UNIBA Madura, keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu strategis daerah merupakan bagian dari implementasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Karena itu, ruang diskusi, silaturahmi, dan kolaborasi akan terus dibangun agar gagasan yang lahir dari kalangan muda dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
0 Komentar