Tak Cukup Tetapkan Harga, SERDADU Madura Desak Pengawasan Ketat Pembelian Tembakau

SUMENEP – Penetapan Titik Impas Harga Tembakau Kabupaten Sumenep Tahun 2026 menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Serikat Pemuda Madura (SERDADU), Ahmad Efendi, yang menilai kebijakan tersebut perlu diiringi dengan pengawasan yang kuat agar benar benar memberikan manfaat bagi petani.

Menurut Ahmad Efendi, penetapan harga merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memberikan kepastian harga kepada petani. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada pelaksanaan di lapangan.

"Penetapan harga memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah memastikan harga tersebut benar-benar diterapkan. Jangan sampai angka yang disepakati hanya menjadi dokumen hasil rapat, sementara petani di lapangan tetap menjual hasil panennya di bawah harga yang telah ditetapkan," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Ia mengatakan, selama ini persoalan yang sering dikeluhkan petani bukan hanya soal besaran harga, melainkan juga lemahnya pengawasan terhadap proses pembelian tembakau. Tidak sedikit petani yang mengaku posisi tawarnya masih lemah ketika berhadapan dengan pembeli.

Karena itu, Ahmad Efendi mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama instansi terkait untuk membentuk mekanisme pengawasan yang efektif selama musim panen berlangsung. Menurutnya, perlu ada ruang pengaduan yang mudah diakses masyarakat apabila ditemukan pembelian tembakau yang tidak sesuai dengan harga yang telah disepakati.

"Jangan sampai pemerintah hanya hadir saat rapat penetapan harga, tetapi tidak hadir ketika petani menghadapi persoalan di lapangan. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar kesepakatan ini benar-benar melindungi petani," katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti mengabaikan kesepakatan harga apabila memang terdapat ketentuan yang mengatur hal tersebut.

"Petani adalah pihak yang paling berjasa dalam menjaga sektor tembakau di Sumenep. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam menjual hasil panennya. Keberhasilan kebijakan ini nantinya bukan diukur dari besarnya angka yang diumumkan, tetapi dari apakah petani benar-benar menerima harga yang sesuai saat musim panen," pungkas Ahmad Efendi.

Posting Komentar

0 Komentar