Hidup Sendirian di Kos Depan Museum, Warga Sapeken Pasca Operasi Katarak Butuh Uluran Tangan

SUMENEP – Nasib memprihatinkan dialami Hasanudin (59), warga Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Pasca menjalani operasi katarak di Kota Sumenep, ia kini harus hidup sendirian menumpang di sebuah kamar kos sederhana yang berada di depan Museum Sumenep.

Hasanudin datang dari wilayah kepulauan dengan menempuh perjalanan laut dari Sapeken menuju Pelabuhan Kalianget untuk berobat. Perjalanan tersebut ia lakukan dengan biaya seadanya yang dibantu tetangga sebelum keberangkatannya.

“Saya dititipkan ponaan ke kenalannya yang sudah berkeluarga di Kota Sumenep untuk bantu periksa mata. Tapi karena orangnya sibuk, setelah saya operasi, saya dititipkan di kos-kosan temannya,” jelas Hasanudin, Sabtu (28/2/2026).

Meski bersyukur masih memiliki tempat untuk berteduh, kondisi ekonominya sangat terbatas. Ia tidak lagi memiliki pekerjaan karena faktor usia, sehingga harus benar-benar menghemat pengeluaran selama berada di kota.

“Alhamdulillah kalau tempat ada. Tapi untuk makan harus irit, biasanya saya makan telur rebus saja. Takut uang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Ia mengaku, uang yang dibawanya hanya cukup untuk membeli tiket kapal dan biaya perjalanan ke Sumenep. Selebihnya, ia harus bertahan dengan sisa uang yang ada sambil menunggu kondisi matanya pulih.

“Saya sudah tidak bisa kerja karena tua. Alhamdulillah waktu mau berangkat ada tetangga yang kasih uang buat beli tiket kapal dan ongkos perjalanan,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat Hasanudin merupakan warga kepulauan yang harus menjalani perawatan di daratan tanpa pendampingan keluarga secara penuh. (Fen/M)

Posting Komentar

0 Komentar