Sinyal Positif KEK Tembakau Madura Menguat, Pemuda Desak Jangan Sekadar Wacana

MADURA – Angin segar bagi rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura mulai terasa. Dukungan dari pemerintah pusat menguat setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Situasi ini dinilai sebagai peluang emas yang tak boleh terlewatkan.

Kalangan pemuda Madura pun langsung angkat suara. Mereka menilai sinyal positif ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata, bukan sekadar berhenti di meja wacana.
Menteri Luar Negeri BEM KM UNIBA Madura, Moh Iskil El Fatih, menegaskan bahwa dukungan pusat adalah momentum strategis yang menuntut respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kalau pusat sudah kasih lampu hijau, daerah jangan lamban. Ini momentum, bukan bahan diskusi berlarut-larut. KEK Tembakau harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Ia menilai, kehadiran KEK tembakau bukan hanya soal industrialisasi, tetapi juga membuka ruang besar bagi penataan usaha, peningkatan legalitas, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Madura yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.

Tak hanya itu, konsep KEK dinilai mampu menyatukan rantai produksi hingga distribusi dalam satu kawasan terpadu. Dengan begitu, industri tembakau bisa lebih tertata, terkontrol, dan memiliki nilai tambah yang signifikan.

Lebih jauh, Iskil mengungkapkan bahwa pemuda Madura melalui KAMURA (Komunitas Muda Madura) tidak tinggal diam. Mereka telah menyusun naskah akademik sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong percepatan kebijakan.

“Naskah akademik ini bukti bahwa pemuda tidak hanya bicara, tapi juga bekerja. Tinggal bagaimana pemerintah provinsi segera menindaklanjuti agar tidak berhenti di konsep,” ujarnya.

Menurutnya, jika direalisasikan, KEK Tembakau Madura berpotensi menjadi pengungkit ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Madura dalam peta industri tembakau nasional.


Pemuda Madura pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini agar tidak mandek di tengah jalan.

“Madura punya potensi besar. Tinggal bagaimana dikelola secara serius dan terstruktur. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.

Dengan dukungan pusat yang mulai terbuka, KEK Tembakau Madura kini berada di titik krusial. Apakah akan menjadi lompatan besar bagi ekonomi daerah, atau kembali menjadi wacana tanpa realisasi semua bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menjemput momentum ini.

Posting Komentar

0 Komentar